Cannazera dan Cortezia adalah dua mahasiswa jenius di sebuah universitas terbaik. Cannazera, mahasiswa Kriminologi yang percaya diri dan gemar membaca karya Sir Arthur Conan Doyle, memiliki obsesi untuk menghapus kriminalitas dari dunia. Sementara itu, Cortezia, mahasiswa Psikologi berambut putih yang tenang dan serius, memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca perilaku dan pola emosi manusia.
Keduanya pertama kali mengenal satu sama lain karena persaingan akademis sejak SMA. Setelah bertemu kembali di bangku kuliah, mereka menjadi sahabat sekaligus pasangan diskusi yang saling melengkapi—Cannazera membedah kejahatan melalui logika, sedangkan Cortezia membedah manusia melalui psikologi.
Namun, ketenangan itu berubah ketika tingkat kriminalitas tiba-tiba mengalami penurunan yang tidak masuk akal, disusul serangkaian kericuhan besar yang mengguncang negara. Di balik semua itu terdapat pola yang terlalu sempurna untuk disebut kebetulan.